Sabtu, 24 Maret 2012

KEPALA SEKOLAH BERJIWA INTREFRENEUR


I. PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Maasalah

Banyak ahli berpendapat bahawa masa datang, banyak sekolah swasta yang maju dan kualitasnya lebih baik daripada sekolah negeri. Kini, jika sekolah menghendaki maju harus dikelola secara professional. Sekolah professional tidak tergantung dari arahan kebijakan dan alokasi dana dari Pemerintah. Oleh karena itu, Kepala sekolah harus memahami Prinsip Kewirausahaan. Kemudian menerapkan dalam mengelola sekolah.

Sekolah berbasis Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), adalah pendekatan politik yang bertujuan mendesain pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja guru, siswa, KS, Orang tua siswa, dan masyarakat. MBS merubah sistem pengambilan keputusan dengan memindahkan otoritas dalam pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap yang berkepentingan di tingkat lokal.(Chapman, dalam Nanang Fattah: 2003: 9)

1.2  Manfaat
Kepala sekolah akhir diklat mampu melaksanakan program kewirausahaan sesuai dengan kondisi, situasi serta lingkungan di mana sekolah itu berada. Untuk itu perlu dibekali ilmu pengetahuan tentang kewirausahaan berikut keterampilan melaksanakan program kewirausahaan yang diputuskan bersama oleh warga sekolah.

II. PEMBAHASAN
Apakah pengertian Jiwa Intrefreneur ? Jiwa wiraswasta Intrefreneur adalah: Sikap dan perilaku dalam memimpin dan mengelola suatu organesasi sekolah dengan selalu mencari dan menerapkan cara kerja dan teknologi baru sehingga dicapai efektivitas dan efisiensi yang tinggi.



Konsep Dasar Anggaran
Kepala sekolah perlu mempertanggungjawabkan pemakaian uang yang diterima kepada masyarakat dan pemerintah. Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah akan dimanfaatkan untuk program sekolah.Tujuan kegiatan ini meningkatkan kemampuan kepada sekolah memberdayakan sumber daya yang dimiliki lembaga yang dipimpinnya untuk kelancaran program dan kesejahteraan sekolah.

Rencana Anggaran Program
      Sedia Komponen Sumber Daya meliputi: tenaga pengajar, tenaga staf, bahan, peralatan belajar, kondisi bangunan dan ruangan, buku-buku, serta jasa pelayanan.
      Identifikasi sumber daya yang perlu untuk beroperasinya program,
      Memprioritaskan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan program
      Memprioritaskan program sesuai  dengan sumber daya yang ada.
Sumber Dana
Sumber Keuangan Sekolah
Orang tua
      Kontribusi orang tua semakin penting ketika pemerintah tidak mempunyai kemampuan untuk membiayai kebutuhan sekolah yang memadai. Kepala sekolah perlu mendorong orang tua yang mampu tetapi tidak memiliki kemauan untuk membantu. Kepala sekolah membantu siswa tidak mampu, khusus siswa berbakat. 
Partisipasi Masyarakat kepada sekolah
·         Manajemen Sumber daya pendidikan
·         Dunia usaha
·         Unsur Yayasan/Swasta
·         Unsur Tokoh
·         Masyarakat
·         Unsur Komite
·         Sekolah
·         Sekolah (Nanang Fattah:2003:67)


Unsur Pemerintah
Pemerintah Pusat
1.      Memberi dana hibah kepada  sekolah
2.      Membayar gaji para guru
3.      Membantu proyek pencarian dana sekolah berupa penyediaan tenaga ahli, bahan dan peralatan
4.      Membiayai rehabilitasi sekolah untuk daerah tertentu

Pemerintah Daerah.
1.      Setiap daerah memiliki tanggungjawab untuk menempatkan dan membuka sekolah, menyediakan sarana prasarana fisik, ruang kelas dan kantor.

Masyarakat.
1.      Proyek pembangunan sekolah.
2.      Memberikan hibah tanah untuk kepentingan sekolah.
3.      Pengumpulan dana untuk kepentingan sekolah.
4.      Pengumpulan dana dari alumni untuk kegiatan sekolah.

Fasilitas Sekolah dapat diberdayakan
1.      Menyewakan aula.
2.      Menyewakan tempat bermain
3.      Membuka usaha pertanian bagi yang memiliki lahan,  kebun sekolah
4.      Mendirikan kantin dan koperasi sekolah
5.      Membuka usaha foto copy
6.      Menyediakan mesin pencetak naskah ulangan umum, dan koreksi LJK.
7.      Membuka jasa wartel.
8.      Siswa:
9.      Usaha perkebunan
10.  Usaha peternakan

Siswa:
1. Usaha perkebunan
2. Usaha peternakan
Pemanfaatan tenaga anak-anak sifatnya edukatif bukan eksplorasi anak-anak dengan harapan tenaga murah tidak bayar.

Beberapa kegiatan di atas dapat menghasilkan uang dan pendidikan yang tinggi dalam rangka melatih siswa dalam berusaha.Misal: Siswa SMK Mesin, siswa bisa magang kerja di bengkel, buka bengkel. Jika lulus langsung bekerja.

Dalam rangka otonomi dan desentralisasi tanggungjawb tingkat propinsi, kabupaten, kota dalam UU NO. 22 tanggal 7 Mei 1999, kesempatan sekolah negeri untuk mencari dana secara pro aktif semakin terbuka.Dengan keserasian link and match dan kebijakan unit produksi juga relevan untuk mencari dana.Kepala sekolah harus mencoba meskipun ada . Reresiko. Cara mengatasi Pengelolaan uang tranparan dan keterbukaan dari semua pihak. Prakarsa menggali dana ini, keberhasilan sekolah dalam usaha ini akan mendorong meningkatkan motivasi guru dan siswa sebagai tanda sekolah yang efektif.

Banyak kemungkinan untuk menggali sumber dana yang berbasis kemampuan dan potensi yang ada di sekolah.Misalnya :
1. Kursus komputer, internet bagi siswa di luar jam belajar
2. Menyewa tanah  diberdayakan untuk bercocok tanam singkong misalnya.     
3. Menyadap karet bagi siswa yang berdekatan dengan perkebunan karet.
4. Siswa dialokasikan satu minggu untuk belajar muatan lokal pertanian.
Resiko dan permasalahan diatasi dengan manajemen terbuka, transparan dan profesionalisme. Dampaknya jika timbul permasalahan bisa diantisipasi sejak awal.

Tugas pokok dan perilaku kepala sekolah
Kepala sekolah harus komitmen dalam menjalankan tugas teknis manajeral, yaitu:
1. Inperpersonal, yaitu kepala sekolah menjalankan fungsinya sebagai figur, pemimpin, dan juru runding;
2. Informational, yaitu kepala sekolah menjalankan fungsi sebagai pemantau,penyabar,dan perantara
3. Desisional, yaitu kepala sekolah menjalankan fungsi sebagai wiraswastawan, disturbance –handler, pengelolaan sumber-sumber, dan negosiator.

Tugas yang diemban kepala sekolah menuntutnya memiliki keterampilan pada taraf tinggi dalam bidang konsep keadministrasian, kemampuan melakukan hubungan manusiawi dengan staf secara perseorangan dan kelompok masyarakat, keterampilan teknis untuk menyelenggarakan tugas-tugas instruksional dan non instruksional di sekolah.

Kompetensi Kepala sekolah
1. Kepribadian
2. Manajerial
3. Kewirausahaan
4. Suvervisi
5. Sosial (Permen Diknas RI Nomor: 13 tahun 2007

Kompetensi Kewirausahaan
1. Menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah/madrasah
2. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif
3. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pemimpin sekolah/madrasah
4. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala yang dihadapi sekolah/madrasah
5. Memiliki naluri kewirausahaan dalam mengelola kegiatan produksi/jasa sekolah/madrasah sebagai sumber belajar peserta didik.
Kompetensi Kepala sekolah
1. Kepribadian
2. Manajerial
3. Kewirausahaan
4. Suvervisi
5. Sosial (Permen Diknas RI Nomor: 13 tahun 2007

Guru Profesional dan dampaknya
  1. Mengelola waktu luang menjadi produktif:
  2. Menumbuhkan jiwa wira usaha: apa pun usaha yang bisa anda lakukan, atau anda impikan bisa dilakukan, mulailah. keberanian mengambil peluang, keuletan, ketekunan, dan kreativitas adalah kekuatan mewujudkan sebuah impian.

Mungkinkah di luar kesibukan mengajar di sekolah sambil berbisnis?
1. Menjadi Guru Berprestasi
2. Menjadi Guru Privat yang laris manis
3. Menjadi Guru pengajar di lembaga bimbingan tes
4. Mengelola lebaga privat dan bimbingan belajar
5. Sukses menjadi penulis buku dan penulis di media masa
6. Berani berwirausaha 

Kewiraswastaan dalam Pendidikan
 Wiraswata adalah sikap dan perilaku dalam memimpin dan mengelola suatu organisasi (termasuk sekolah) dengan selalu mencari dan menerapkan cara kerja dan teknologi baru sehingga dicari efektifitas dan efisiensi yang tinggi.

Apakah ciri-ciri orang yang memiliki jiwa wiraswasta?
 Ada tujuh ciri yaitu:1) percaya diri; 2) berpikiran positif (positife thinking); 3) berorientasi pada hasil; 4)berani mengambil resiko; 5) memiliki jiwa kepemimpinan; 6) berpikiran orisinil; 7) berorientasi ke masa depan
Percaya Diri
      Dalam melakukan pekerjaan mereka yakin akan mampu mengerjakan. Dengan modal ini mereka bekerja tenang, optimis, dan tidak dihantui oleh rasa takut gagal.
Berpikir positif (positif thinking)
      Jika menghadapi suatu masalah atau kejadian dan ketemu seseorang selalu melihat aspek positifnya.
     Berorientasi pada hasil:
·    Dalam melaksanakan tugas mereka selalu berorientasi pada hasil. Hambatan tidak membuat mereka menyerah, tetapi justru menjadi tertangtang untuk mengatasi, sehingga mencapai hasil seperti yang direncanakan.
Berani mengambil resiko
      Banyak tugas yang memiliki resiko. Baik kecelakaan, kegagalan, dan kerugian. Dalam melaksanakan tugas, orang berjiwa wiraswasta tidak takut gagal atau rugi, sehingga tidak takut melakukan pekerjaan meskipun baru.
Berjiwa Pemimpin
      Dalam mengerjakan tugas selalu memberdayakan oranglain. dan tidak membebankan atau menyalahkan orang selalu ingin mendayagunakan orang yang ada di sekitarnya dan membimbing mereka. Jika timbul permasalahan selalu tampil ke depan untuk mencarai pemecahan.
      Dalam mengerjakan tugas selalu memberdayakan orang lain. dan tidak membebankan atau menyalahkan orang selalu ingin mendayagunakan orang yang ada di sekitarnya dan membimbing mereka. Jika timbul permasalahan selalu tampil ke depan untuk mencarai pemecahan.
Berpikiran orisinal
      Selalu punya gagasan baru, baik untuk mendapatkan peluang maupun mengatasi masalah yang timbul. Orang berjiwa wiraswasta selalu kreatif dan inovatif.
Berorientasi kedepan
      Meskipun menggunakan pengalaman masa lalu sebagai referensi, tetapi orang yang berjiwa wiraswasta selalu berpikir bagaimana situasi dan kondisi di masa depan. Mereka mencari peluang untuk memajukan pekerjaannya.
Wiraswasta lebih banyak terkait dengan aspek sikap.
Bagaimana belajar wiraswasta efektif?

      Sikap juga terkait dengan pemahaman. Wiraswasta dapat dipelajari.Banyak bukti menunjukkan orang yang berasal dari keluarga wiraswasta sering lebih pandai berwiraswasta. Jadi faktor belajar sangat kuat untuk menumbuhkan jiwa wiraswasta.
1. Sikap percaya diri, kepala sekolah mempelajari seluk beluk sekolah dan bagaimana mengelolanya.
2. Mengembangkan pikiran positif dimulai meyakinkan bahwa setiap orang dan kejadian dapat memberi manfaat pada kita. Misalnya tawuran, masuk koran beritanya. Sekolah menjadi dikenal. Setelah dikenal, tahun berikutnya tidak lagi terjadi tawuran, maka sekolah menjadi positif beritanya. Kepala sekolah menambah informasi lain yang positif. 
Pantang menyerah dan berorientasi pada hasil
Pantang menyerah dan berorientasi pada hasil

Tugas Kepala sekolah: bagian dari hidup dan masa depan. Keberhasilan mengelola ekolah berarti membuka masa depan yang lebih baik. Hindari pikiran “Toh sekolah bukan milik kita”

Bagaimana Menerapkan Pola Kewirausahaan di sekolah?
      Jika ingin sukses menerapkan pola kewirausahaan di sekolah,maka kepala ekolah, guru, dan seluruh staf harus berpikir wirausaha.
      Tugas Kepala sekolah harus mengajari dan membimbing guru dan staf untuk memahami dan mengembangkan ketujuh sikap wiraswasta.

Membuka kantin sekolah
      Anak sekolah umurnya sumego: sedang rajin makan, maka peluang ini digunakan untuk menyediakan makanan murah meriah misalnya singkong goreng, tahu bunting, pisang goreng, bakso, pecel dan sebagainya. Menghindari makanan yang berbahaya dan kotor.


Daftar Pustaka
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 1999, Panduan Manajemen Sekolah, Jakarta.

Dadi Permadi, 2007, Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dan Komite Sekolah, Sarana Panca Karya Nusa, 2007, jakarta.

Hasyim Ashari 2007, Siapa Bilang Jadi Guru Hidupnya Susah?, 7 Kiat Mendapatkan Penghasilan Tambahan, Perpustakaan Nasional, penerbit Pinus, Yogyakarta.

Nanang Fattah, ( 2003) .Konsep Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Dan Dewan Sekolah, Pustaka Bani Quraisy,  Bandung.

Sudarwan Danim, ( 2002).Inovasi Pendidikan, Pustaka Setia, Bandung.




















1. Berikut ini adalah pengertian Jiwa Wiraswasta:
a. Sikap dan perilaku dalam memimpin dan mengelola suatu organesasi sekolah dengan selalu mencari dan menerapkan cara kerja dan teknologi baru sehingga dicapai efektivitas dan efisiensi yang tinggi. (X)
b. Sikap dan perilaku dalam memimpin dan mengelola suatu organesasi sekolah dengan selalu mencari dan menerapkan cara kerja dan teknologi baru sehingga memperoleh kekayaan material yang tinggi.
c. Sikap dan perilaku dalam memimpin dan mengelola suatu organesasi sekolah dengan selalu mencari dan menerapkan cara kerja dan teknologi baru sehingga memperoleh kesejahteraan soisal yang tinggi.

d. Sikap dan perilaku dalam memimpin dan mengelola suatu organesasi sekolah dengan selalu mencari dan menerapkan cara kerja dan teknologi baru sehingga memperoleh keuntungan pribadi.

2. Rencana Anggaran Program untuk mewujudkan sekolah yang sukses dalam mengelola wirausaha diperlukan kecuali:
a. Sedia Komponen Sumber Daya meliputi: tenaga pengajar, tenaga staf, bahan, peralatan belajar, kondisi bangunan dan ruangan, buku-buku, serta jasa pelayanan.
b.Identifikasi sumber daya yang perlu sikap  beroperasinya program,
c.Memprioritaskan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan program
d. Memprioritaskan kepala sekolah yang tamat S-1 sesuai  dengan sumber daya yang memiliki kompetensi.(X)

3. Pengembangan jiwa wirawasta harus memiliki dana yang berasal dari:Sumber Dana
a. Orangtua/Komiate sekolah
b. Partisipasi Masyarakat kepada sekolah
c. Unsur dunia usaha
d. Jawaban a,b,c benar. (X)
4. Berikut ini merupakan usaha-usaha yang bisa dilakukan untuk merealisir jiwa wirausaha di sekolah kecuali….
a. Memanfaatkan Fasilitas Sekolah misalnya menyewakan aula
b. Membuka usaha pertanian bagi yang memiliki lahan,  kebun sekolah
c.  Memutar dana sekolah untuk modal usa
d.                   Mendirikan kantin dan koperasi sekolah

5. Banyak kemungkinan untuk menggali sumber dana yang berbasis kemampuan dan potensi yang ada di sekolah kecuali….
 a. Mendirikan kursus komputer, internet bagi siswa di luar jam belajar
 b. Menyadap karet di hari efektif belajar (X)
 c.Menyewa tanah   untuk bercocok tanam singkong di hari pengembangan diri    
 d. Menyadap karet bagi siswa yang berdekatan dengan perkebunan karet di hari pengembangan diri.

6. Tugas pokok dan perilaku kepala sekolah   dalam menjalankan tugas teknis manajeral, yaitu....
1. Inperpersonal, yaitu kepala sekolah menjalankan fungsinya sebagai figur, pemimpin, dan juru runding;
2. Informational, yaitu kepala sekolah menjalankan fungsi sebagai pemantau,penyabar,dan perantara
3. Desisional, yaitu kepala sekolah menjalankan fungsi sebagai wiraswastawan, disturbance –handler, pengelolaan sumber-sumber, dan negosiator.
4. Jawabab a,b,c benar

7. Ada  resiko usaha wirausaha jika nanti koperasi sekolah itu berkembang. Cara mengatasi dengan teknis...
a.       Melaksanakan manajemen terbuka, transparan dan profesionalisme.
b.      Menugaskan pengelola kepada keluarga guru
c.       Melaksanakan manajemen terbuka, transparan dan profesionalisme.(X)
d.      Menugaskan siswa untuk jaga koperasi sekolah di saat jam efektif

8. Kompetensi Kewirausahaan secara konkret sebagai kepala sekolah adalah....
a. Menciptakan inovasi pembelajaran yang berguna untuk pengembangan mutu di sekolah
b. Bekerja keras untuk mencapai keberhasilan sekolah/madrasah sebagai organisasi pembelajar yang efektif (X)
c. Memiliki motivasi yang kuat untuk sukses dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai edukator sekolah
d. Pantang menyerah dan selalu mencari solusi terbaik dalam menghadapi kendala rendahnya mutu pembelajaran yang dihadapi sekolah/madrasah


9. Kompetensi Kepala sekolah menurut Permen Diknas RI Nomor: 13 tahun 2007adalah....
a.       Kepribadian, manajerial, kewirausahaan, suvervisi, moral
b.      Kepribadian, manajerial, kewirausahaan, suvervisi, kebijaksanaan
c.       Kepribadian, manajerial, kewirausahaan, suvervisi, sosial (X)
d.      Kepribadian, manajerial, kewirausahaan, suvervisi, etika moral.

10 Bagaimana Menerapkan Pola Kewirausahaan di sekolah?
a.Jika ingin sukses menerapkan pola kewirausahaan di sekolah, maka kepala sekolah, guru, dan seluruh staf harus sebagai pengusaha
b.Tugas Kepala sekolah harus mengajari dan membimbing guru dan staf untuk memahami dan mengembangkan kurikulum KTSP
c.Jika ingin sukses menerapkan pola kewirausahaan di sekolah,maka kepala ekolah, guru, dan seluruh staf harus  terjun di bidang  wirausaha.
d.Jika ingin sukses menerapkan pola kewirausahaan di sekolah,maka kepala ekolah, guru, dan seluruh staf harus berpikir wirausaha.(X)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar