LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
MEMBERDAYAKAN SISWA MELALUI OPTIMALISASI
PEMBAGIAN TUGAS KELOMPOK MEMBERSIHKAN
TOILET KELAS IIIA,B SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2006/2007
Laporan
Penelitian Tindakan Kelas disusun guna memenuhi persyaratan untuk usul kenaikan pangkat dari
Pembina
Utama Madya Gol. IV/d ke Pembina Utama
Gol. IV/e
Disusun Oleh
Drs. SUNANTO
Dinas Pendidikan Dan Perpustakaan Kota Bandar Lampung
SMP Negeri 10 Bandar lampung
2006/2007
LEMBAR PENGESAHAN
Yang bertanda tangan di bawah ini, Kepala SMP Negeri 10 Bandar Lampung
menyatakan bahwa :
Nama :
Drs. SUNANTO
NIP : 130680183
Guru : SMP Negeri 10 Bandar Lampung
Benar telah melaksanakan penelitian dari tanggal sejak bulan januari 2007
sampai dengan juni 2007. dengan Judul:
MEMBERDAYAKAN SISWA MELALUI OPTIMALISASI PEMBAGIAN TUGAS KELOMPOK MEMBERSIHKAN TOILET KELAS IIIA,B SEMESTER
GENAP TAHUN PELAJARAN 2006/2007.
Demikianlah pernyataan dan pengesahan ini dibuat dengan sebenarnya, agar
dapat digunakan sebagaimana mestinya.
|
Mengetahui
Kepala SMP
Negeri 10 Bandar Lampung
Drs. SUNANTO
NIP.130680183
|
Bandar Lampung,
30 Juni 2007
Peneliti
Drs. SUNANTO
NIP.130680183
|
|
Pengelola
Perpustakan SMP Negeri 10 Bandar Lampung
NURHAWANAH
NIP 130779287
|
Mengetahui
Pengurus PGRI
Kota Bandar lampung
Drs. H.
Haryanto, M.Si
|
MEMBERDAYAKAN SISWA MELALUI OPTIMALISASI PEMBAGIAN
TUGAS KELOMPOK MEMBERSIHKAN TOILET KELAS
IIIA,B SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2006/2007
ABSTRAK
Optimalisasi pembagian tugas dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan: 16,66% toilet bersih dari 12 unit yang ada. Jika tidak
segera diatasi permasalahan ini, maka akan mengganggu kenyamanan siswa di
sekolah. Berdasarkan hal di atas, maka permasalahan yang muncul adalah “Apakah
memberdayakan siswa melalui optimalisasi pembagian tugas kelompok siswa kelas
IIIA,B dapat meningkatkan kebersihan toilet semester genap tahun pelajaran
2006/2007?”Peningkatan kebersihan toilet dapat dilihat dari aktivitas proses
mengerjakan tugas dan aktivitas optimalisasi pembagian tugas piket.
Tujuan umum penelitian tindakan yang ingin dicapai ádalah: Memberdayakan
siswa melalui optimalisasi pembagian tugas kelompok kelas IIIA,B dapat meningkatkan kebersihan
toilet Semester Genap tahun pelajaran
2006/2007?” Tujuan Khusus: 1)
Meningkatkan aktivitas /keterlibatan siswa dalam melakasanakan tugas membersihkan toilet.2) Meningkatkan aktivitas optimalisasi
pembagian tugas membersihkan toilet.
Pelaksanaan penelitian tiga siklus sesuai rencana. 1) Aktivitas kehadiran kelompok siswa dalam piket
membersihkan toilet : Kelompok
1,2,3,4,dan 5 awal 10,7,7,10,6 orang menjadi,12,10,10,11,10 orang siklus I,meningkat menjadi 14,14,15,15,14
orang siklus II, meningkat 16,16,15,16,15 orang siklus III.Jadi aktivitas
kehadiran kelompok siswa mengalami peningkatan kehadiran.2) Aktivitas Siswa
mengerjakan tugas piket membersikan toilet: Kelompok 1,2,3,4,dan 5 awal
7,7,8,10,6 menjadi 12,10,10,11,10 orang pada siklus I. Meningkat 14,14,15,15,14 siklus II. Akhirnya meningkat lagi 16,16,16,16,15 siklus III.. 3) Keseriusan
siswa selama mengikuti proses kinerja membersihkan toilet:Kelompok 1,2,3,4,dan
5 awal 8,10,7,7,8 meningkat 12,12,11,7,8
siklus I. Meningkat 14,14,14,14,15 siklus II. Meningkat 16,16,15,16,16 siklus III. Aktivitas kehadiran kelompok
siswa mengerjakan tugas piket meningkat baik sekali.
Aktivitas guru melaksanakan optimalisasi pembagian kelompok membersihkan toilet:
1) kelompok 1,2,3,4, dan 5 terhadap kehadiran guru dalam melakanakan
pembinaan
awal aktivitas 70 meningkat menjadi 75 siklus I, menjadi 80 siklus II, dan 90 siklus
III. Aktivitas kehadiran guru melaksanakan pembinaan membersihkan toilet baik sekali. 2) kelompok
1,2,3,4, dan 5 terhadap aktifitas guru
mengerjakan tugas membimbing
siswa awal aktivitas 70 meningkat 75
siklus I,menjadi 80 siklus II, dan 95
siklus III. Aktivitas Guru mengerjakan tugas membersihkan toilet baik sekali.3) kelompok
1,2,3,4, dan 5 terhadap aktivitas guru selama mengikuti proses kenerja selama
membersihkan TOILET.Siklus awal
aktivitas 65 meningkat menjadi 70 pada siklus I, Selanjutnya menjadi 80 pada
siklus II, dan 90 pada siklus III.
Aktivitas guru selama mengikuti proses membersihkan TOILET. meningkat
baik sekali.
Memberdayakan siswa melalui optimalisasi pembagian tugas kelompok membersihkan toilet kelas III A,B dapat
dijadikan model tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas
siswa dalam mengikuti proses membersihkan toilet di kelasnya.
Kata Kunci:
Memberdayakan siswa membersihkan toilet, optimalisasi tugas kelompok
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Penulis dapat
menyelesaikan karya tulis ini pada waktunya. Karya penelitian tindakan ini
berjudul:
MEMBERDAYAKAN SISWA MELALUI
OPTIMALISASI PEMBAGIAN TUGAS KELOMPOK
MEMBERSIHKAN TOILET KELAS IIIA,B SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN
2006/2007
Laporan Penelitian Tindakan Kelas disusun guna memenuhi persyaratan untuk usul
kenaikan pangkat dari Pembina Utama Madya Gol. IV/d ke Pembina Utama Gol. 1V/e
Karya tulis penelitian tindakan ini merupakan pengalaman sebagai
kepala sekolah dalam mengaplikasikan
tugas sehari-hari di sekolah. Selanjutnya ucapan terima kasih kepada guru
piket, Pembina UKS, guru Pendidikan Jasmani dan kesehatan, yang telah bersedia
untuk menjadi kolaborator, sekaligus menjadi penilai proses pemberdayaan siswa.
Dengan selesinya penelitian tindakan ini, peneliti mengucapkan terima kasih
dan penghargaan kepada:
- Kepala SMP Negeri 10 Bandar Lampung.
- Semua pihak yang telah membantu selesainya penelitian ini.
Semoga hasil dari kegiatan ini dapat bermanfaat bagi perbaikan mutu proses
pemberdayaan siswa khususnya kebersihan toilet di SMP Negeri 10 Bandar Lampung.
Bandar Lampung
Peneliti
Drs. Sunanto
NIP 130680183
I.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Toilet merupakan sarana prasarana urgen di sekolah. Namun, pengelolaan masih di bawah standar minimal. Sekolah belum mencantumkan dalam program
khusus pembinaan yang maksimal. SMP Negeri 10 Bandar lampung memiliki robongan
belajar 18 kelas. Per kelas jumlah siswa 40 orang. Jadi jumlah siswa = 720 orang. Boleh dipastikan jika rata-rata per siswa buang air kecil dua kali sehari
berarti ada 1440 kali kotoran manusia
yang dibuang di WC. Atau toilet.
Berdasarkan observasi lapangan, toilet
kondisinya masih jauh dari yang
diharapkan kebersihannya. WC dengan jumlah 12 unit yang bersih baru 2 unit.
Jadi hanya ada 16,66% yang bersih. Berbagai upaya telah dicoba
untuk dilaksanakan termasuk dua orang pesuruh telah bekerja keras. Namun,
hasilnya belum maksimal.
Upaya pemecahan masalah yang
dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:1) perencanaan tindakan
perbaikan kebersihan toilet (planning).
Yang meliputi kegiatan analisis factor
penyebab dan pentapan aksi. 2) pelaksanaan tindakan (acting), 3) pengumpulan data (observing),
dan 4) analisis efectivitas tindakan (replekting).
Serangkaian kegiatan ini disebut satu siklus.
Menurut hasil wawancara dengan
siswa, observasi kelas dan repleksi guru yang dilanjutkan dengan teman sejawat,
ditemukan bahwa akar masalah adalah mutu pemberdayaan siswa masíh kurang. Ada tiga tindakan yang menjadi fokus upaya
pemecahan masalah, ádalah : 1) Pembagian tugas kelompok; 2) Motivasi bekerja
dalam kelompok, dan 3) Optimalisasi pembagian tugas kelompok siswa. Dengan melakukan tindakan di atas diharapkan
tiga keberhasilan tindakan ini tercapai, yaitu; 1) sekurang-kurangnya 80 % siswa
melaksanakan tugas yang ditentukan dalam kelompok; 2) Lebih dari 80 % siswa
bekerja sesuai dengan tugasnya; 3)
Optimalisasi pebagian tugas kelompok siswa
mencapai 90 % . Data mengenai efektifitas tindakan dikumpulkan dari
observasi kelas, angket, wawancara dengan guru, wawancara dengan siswa,dan
refleksi diri guru/siswa. Validasi
instrumen ditempuh melalui fase validity
dan critical reflektion.dari
masing-masing kolaborator penelitian ini.
Pembedayaan yang dimaksud oleh penulis
yaitu: Siswa diberi tugas membersihkan 1(satu) unit untuk dua kelas jumlah
siswa 80 orang. Kelas III A 5 kelompok dengan perincian sebagai berikut: 1
kelompok 8 orang, Kelas III B 5 kelompok dengan perincian sebagai berikut : 1
kelompok 8 orang. Berarti ada 10 kelompok yang bertugas dari hari Senin sampai dengan
hari Sabtu. 6 hari kerja. Dengan efektifitas
piket kelas untuk membersihkan toilet. Pembagian kelompok dan tugas dapat
dilihat pada lampiran 1
1.2 Rumusan Masalah
Optimalisasi pembagian tugas dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan hanya ada 16,66% toilet yang bersih dari 12 unit yang ada. Jika tidak
segera diatasi permasalahan ini, maka akan mengganggu kenyamanan sekolah. Adapun
permasalahan yang muncul adalah “Apakah memberdayakan
siswa melalui optimalisasi pembagian tugas kelompok siswa kelas IIIA,B dapat
meningkatkan kebersihan toilet Semester Genap tahun pelajaran 2006/2007?”Peningkatan
kebersihan toilet dapat dilihat dari aktivitas proses mengerjakan tugas dan
aktivitas optimalisasi pembagian tugas piket toilet.
1.3 Hipotesis Tindakan
Berdasarkan permasalahan di atas, maka hipótesis tindakan yang diajukan
dalam penelitian ini ádalah:” Upaya memberdayakan siswa melalui optimalisasi
pembagian tugas kelompok siswa kelas IIIA,B dapat meningkatkan kebersihan toilet
Semester Genap tahun pelajaran 2006/2007?”Peningkatan kebersihan toilet dapat
dilihat dari aktivitas proses mengerjakan tugas dan aktivitas optimalisasi
pembagian tugas piket toilet.
1.4. Pemecahan Masalah
Tindakan yang dipilih untuk memecahkan masalah di atas, ádalah:
- Untuk meningkatkan aktivitas pemberdayaan siswa melalui optimalisasi pembagian tugas kelompok siswa kelas IIIA,B.
- Untuk meningkatkan aktivitas guru melalui optimalisasi pembagian tugas kelompok siswa kelas IIIA,B.
1.5 Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, tujuan
penelitian tindakan yang ingin dicapai ádalah:
a. Tujuan Umum
- Penelitian Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pemberdayakan siswa melalui optimalisasi pembagian tugas kelompok siswa kelas IIIA,B dapat meningkatkan kebersihan toilet Semester Genap tahun pelajaran 2006/2007?”
b.
Tujuan
Khusus
- Meningkatkan aktivitas /keterlibatan siswa dalam melaksanakan piket melakasanakan tugas kebersihan toilet siswa.
- Meningkatkan aktivitas optimalisasi pembagian tugas membersihkan toilet siswa.
1.6 Manfaat Hasil Penelitian
Hasil penelitian tindakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi:
- Siswa dapat meningkatkan aktivitas mengatasi masalah kotornya toilet melalui aktivitas optimalisasi pembagian tugas membersihkan piket .
- Siswa dapat meningkatkan pemahaman bagaimana cara mengoptimalkan pembagian tugas piket membersihkan toilet.
- Siswa dapat lebih memahami manfaat yang diperoleh dari optimalisasi pembagian tugas piket membersihkan toilet.
1.7 Rencana Tindakan
Optimalisasi pembagian tugas piket membersihkan Tolet dengan menyusun program kerja membagi piket
membersihkan toilet melalui kelompok. Masing-masing kelompok diberi tugas sebagai
berikut: Tugas Kelopok IIIA Yaitu:
1). Kelompok I Di Kelas masing-masing; 2) Kelompok II Di bagian luar toilet; 3)
Kelompok III mengguyur air; 4) menyikat
lubang toilet; 5) Menyikat lantai toilet.
Mulai tanggal 6 Maret sampai dengan tanggal
31 Maret 2007. Penilaian tanggal 27 Maret sampai dengan 1 April. Siklus
I berlangsung selama 4 minggu = 24 x2 =48 kali pekerjaan. Mulai tanggal 3April
2007sampai dengan 29 April. Penilaian dilakukan tangal 24 April sampai dengan
29 April 2007. Siklus II berlangsung
selama 4 minggu = 24 x 2 = 48 kali pekerjaan. Mulai tanggal 1Mei 2007 sampai
dengan 27 Mei 2007. Penilaian dilakukan tanggal 22 Mei sampai dengan 27 Mei
2007.siklus III.
Tugas Kelompok IIIB yaitu: Kelompok I Kelompok di kelas
masing-masing; 2 ) Kelompok II di bagian luar WC.; 3) Kelompok III mengguyur air; 4) Kelompok IV Menyikat
lubang WC; Kelompok V Menyikat lantai WC. Mulai tanggal 6 Maret sampai dengan
tanggal 31 Maret 2007. Penilaian tanggal
27 Maret sampai dengan 1 April.Siklus II berlangsung selama 4 minggu = 24 x2
=48 kali pekerjaan. Mulai tanggal 3April 2007sampai dengan 29 April. Penilaian
dilakukan tangal 24 April sampai dengan 29 April 2007. Siklus III berlangsung selama 4 minggu = 24 x
2 = 48 kali pekerjaan. Mulai tanggal 1Mei 2007 sampai dengan 27 Mei 2007.
Penilaian dilakukan tanggal 22 Mei sampai dengan 27 Mei 2007.
Siswa bekerja berdasarkan ”Analisis SWOT ” Yaitu kekuatan, kelemahan dan
sekaligus peluang. Selanjutnya siswa bekerja memotivasi aktif melaksanakan
tugas yang telah dibebankan. Hal ini sesuai dengan pelaksanaan pendidikan Jasmani
dan kesehatan yaitu: siswa mampu untuk membiasakan diri hidup bersih dan
teratur.(Naskah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Departemen Pendidikan
Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah Bagian Proyek
Peningkatan Wawasan Keagamaan Guru Jakarta, 2000: 7).
Siswa menyadari bahwa dirinya lemah dalam pelaksanaan piket membersihkan toilet.
Permasalahan ini berdampak jika tidak teratasi akan menimbulkan banyak penyakit
berkembang di lingkungan sekolah. Tentu saja akan mempengaruhi proses
pembelajaran di sekolah. Sementara kebijakan sekolah harus menjaga/ mencegah
dari penyakit jauh lebih baik dari pada mengobati penyakit. Sebab itu, upaya
manusia agar selalu menjaga kebearsihan dan kesehatan sesuai dengan tuntunan
agama Islam(Naskah Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Departemen Pendidikan
Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Dan Menengah Bagian Proyek
Peningkatan Wawasan Keagamaan Guru Jakarta, 2000: 7).
Itulah sebabnya siswa dituntut untuk membudayakan merawat sarana prasarana toilet.
Kebersihan lingkungan, termasuk /toilet siswa diupayakan kebersihannya melalui
tindakan nyata dengan tujuan /toilet jika
digunakan selalu nyaman dan terhindar dari aroma kurang sedap.
II. KAJIAN PUSTAKA
Penyusunan Program Optimalisasi
Optimalisasi pembagian tugas piket membersihkan toilet dengan menyusun program kerja membagi piket
membersihkan toilet melalui kelompok. Masing-masing kelompok diberi tugas
sebagai berikut:
Tugas
Kelopok IIIA Yaitu: 1). Kelompok I Di Kelas masing-masing; 2) Kelompok II
Di bagian luar toilet; 3) Kelompok III mengguyur air; 4) menyikat lubang toilet; 5) Menyikat lantai toilet. Pelaksanaan dipantau oleh Wali Kelas, dan guru
piket, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan , dan
petugas UKS.
Tugas Kelompok IIIB yaitu: Kelompok I Kelompok di kelas
masing-masing; 2 ) Kelompok II di bagian luar toilet.; 3) Kelompok III mengguyur air; 4) Kelompok IV Menyikat
lubang toilet; Kelompok V Menyikat lantai toilet. Pelaksanaan dipantau oleh
Wali Kelas, guru piket, guru pendidikan jamani dan kesehatan, petugas UKS.
Pola pembelajaran berperilaku bersih yang harus ditanamkan di sekolah
melalui guru olah raga kesehatan maupun melalui pelajaran lingkungan hidup. Dengan
perilaku belajar efektif disertai proses mengajar yang tepat, maka proses belajar
mengajar diharapkan mampu menghasilkan manusia –manusia yang memiliki karakteristik
sebagai ; 1) pribadi yang mandiri; 2) pelajar yang efektif; 3)pekerja yang
produktif; dan 4) anggota masyarakat
yang baik.( M. Surya , 2004: 18). Program
belajar mandiri adalah pribadi yang
mampu mengenal dan menerima diri sendiri
dan lingkungannya, mampu mengenal dan menerima dirinya dan pada gilirannya
dapat mewujudkan aktualisasi diri secara
optimal.
Guru mengarahkan dirinya, serta merencanakan
dirinya membuat keputusan untuk dapat membersihkan toilet yang yang menjadi tanggungjawabnya.
Pekerjaan dilaksanakan setiap hari
dimulai dari hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat dan Sabtu.
Belajar adalah menggunakan prinsip bahwa belajar itu sepanjang hayat. Artinya, siswa dibekali bukan saja pengetahuan yang
sifatnya kognitif, tetapi juga yang sifatnya keterampilan dan emosional serta
keperdulian kepada kebersihan yang ditujukan kepada fasilitas umum seperti toilet
sekolah. Konsep ikut memiliki itu yang perlu ditanamkan semenjak dini oleh guru
dan orang tuanya di rumah.
Aspek pembelajaran yang akan dicapai adalah: 1) pembelajaran keterampilan;
2) pembelajaran sikap; 3) pembelajaran
pengetahuan.(M.Surya: 2004: 18). Terampil untuk membersihkan toilet dengan cara menggosok lantai dan
memersikan lubang toilet. Memberi karbol sebagai upaya bersih dari kuman bibit
penyakit. Mengganti air yang ada di bak seminggu tiga kali.
Hidup
Sehat Memerlukan Lingkungan Bersih
Sehat itu merupakan karuni Allah dan nikmat Allah. Oleh sebab itu perlu
dijaga dan dipelihara sebaik mungkin dengan cara upaya pencegahan dari penyakit
dan berobat sedini mungkin bila sakit. (Naskah Pendidikan Jasmani dan
Kesehatan, Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jendral Pendidikan Dasar
Dan Menengah Bagian Proyek Peningkatan Wawasan Keagamaan Guru Jakarta, 2000 : 16).
Konsep kesehatan yang baik, lebih utama menjaga kesehatan, dibandingkan berobat
ketika sakit. Untuk hidup sehat diperlukan kualitas belajar yang harus
dikembangkan dalam diri siswa yaitu: 1) belajar untuk menjadi diri (learning to be); 2) belajar untuk
belajar ( learning to learn); 3)
belajar untu bearbuat ( learning to do );
dan 4) belajar untuk hidup bersama (learning
to live together).(Muhammad Surya, 2004: 51)
1. Belajar
untuk menjadi (learning to be).
Belajar untuk menjadi, adalah kegiatan
belajar yang dilakukan siswa sehingga pada gilirannya akan menghasilkan
pribadi-pribadi yang mandiri, yaitu pribadi yang mampu mengenal dirinya,
mengarahkan dirinya, merencanakan dan membuat keputusan bagi masa depannya. Kemudian mewujudkan dirinya secara optimal. kegiatan
belajar yang dilakukan. Siswa hanya mendapat hasil belajar secara informasi dan
tambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan, akan tetapi hendaknya sedemikian
rupa dapat mengembangakan dirinya ke arah terbentuknya kepribadian yang utuh
dan mandiri. (Muhammad Surya, 2004: 51). Jadi siswa belajar untuk menjadi
terapil membersihkan toilet. Akhirnya aktivitas ini berkembang menjadi
kepribadian mandiri dalam hal menjaga kesehatan di lingungan sekolahnya.
2. Belajar Untuk Belajar (learning to learn)
Belajar berlangsung sepanjang hayat, karena tidak mungkin orang belajar
sekali saja seumur hidup. Perkembangan dan tuntutan lingkungan,
menantang orang untuk terus menerus melakukan perubahan dirinya dengan belajar.
Belajar untuk belajar mempunyai makna bahwa apa yang dicapai dari satu
peristiwa belajar, hendaknya mendorong siswa untuk belajar lebih lanjut, baik
secara horizontal maupun vertikal. Secara horizontal artinya perluasan kegiatan belajar ke
arah yang lebih luas. (Muhammad Surya, 2004: 51). Terutama kaitannya dengan
bidang lain seperti upaya membersihkan toilet di sekolahnya. Siswa mampu belajar untuk mendapatkan hasil yang
akan dijadikan sebagai titik tolak bagi kegiatan belajar selanjutnya. Dengan
demikian, setiap kegiatan belajar sedemikian rupa memberikan dorongan untuk
tetap belajar membersihkan toilet guna menjaga kebersihan lingkungan
sekolahnya.
3.Belajar Untuk berbuat (learning to do)
Bekerja pada dasarnya merupakan
tugas dari setiap orang dalam memperoleh kelangsungan dan kebahagiaan hidupnya.
Untuk menjadi pekerja yang efektif dan produktif, dibutuhkan berbagai
penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Kegiatan belajar pada hakekatnya
merupakan proses memperoleh bekal untuk dapat melakukan pekerjan secara
produktif dan efektif. Menjadi guru
pembina untuk melatih anak terampil dalam kebersihan toilet merupakan modal dasar
bagi keefektifan produktifitas bekerja. Hal belajar bukan hanya mendapatkan ilmu pengetahuan saja melainkan termasuk penguasaan keterampilan untuk siap hidup di tengah
masyarakat yang mencintai lingkungan sehat. (Muhammad Surya, 2004: 52)
4.
Belajar Untuk Hidup Bersama ( Learning to leve together)
Dalam situasi era globalisasi di
awal ke-21 , akan terjadi berbagai perubahan pola-pola kehidupan dalam berbagai
tatanan. Dalam era globalisasi hubungan antar pribadi , antar lokasi, antar
kawasan, bahkan antar Negara dan Benua makin transparan seolah-olah tanpa batas. Iptek dan Imtaq
merupakan dua sisi dari satu mata uang, yang pasti tidak dapat dipisahkan satu
dengan lainnya.Perwujudan melalui proses pembelajaran baik di sekolah maupun di
luar sekolah. Dalam hal ini strategi pembelajaran bukan hanya diarahkan
pencapaian belajar yang bersifat skolastik atau akademik, melainkan dalam
pendidikan nilai termasuk menjaga kebersihan lingkungan seperti memelihara kebersihan
toilet siswa . Guru Piket, Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, .petugas UKS mampu
mendidik sehingga dapat membentuk dan mengembangkan nilai-nilai dasar dalam
diri setiap siswa terutama dalam hal menjaga kebersihan toilet. (Muhammad
Surya, 2004: 53)
Optimalisasi Pembagian Tugas Piket Membersihkan toilet.
Untuk dapat memantau pelaksanaan piket membersihkan toilet diperlukan guru
yang memantau jalannya program. Dalam mewujudkan perilaku mengajar yang
diharapkan secara tepat karakteristik pengajar yang diharapkan adalah:
1) Memiliki minat yang besar terhadap kebersihan
lingkungan toilet; 2) Memiliki kecakapan untuk memperkirakan kepribadian dan
suasana hati secara tepat serta membuat kontak dengan kelompok secara tepat; 3)
Memiliki kesabaran keakraban, dan sensitivitas yang diperlukan untuk
menumbuhkan semangat belajar; 4) Memiliki pemikiran yang imajinatif konseptual
dan praktis dalam usaha memberikan penjelasan menjaga kebersihan kepada siswa:
5) Memiliki kualifikasi yang memadai dalam bidangnya, baik isi maupun metode
bagaimana mengajarkan hidup bersih di kalangan siswa terutama kebersihan toilet;
6) Memiliki sikap terbuka, luwes, dan eksperimental dalam metode dan teknik (Muhammad
Surya, 2004: 53)
Tugas
Piket Toilet
Tugas berlangsung enam hari kerja dengan 10 kelompok yang setiap hari kerja
membersihkan kamar mandi, dan toilet satu unit untuk dua kelas. Kamar mandi/toilet
jika tidak bersih mengandung bibit penyakit seperti bakteri, jamur, virus (
Lingkungan Hidup Untuk Sekolah Menengah Kejuruan, Buku Siswa: 1999: 18).
Kebersihan lingkungan sekolah harus dijaga kebersihannya. Sumber air harus terjaga kebersihannya dari pencemaran
air.
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Setting Penelitian
Penelitian tindakan ini dilaksanakan secara kolaboratif antara teman guru
sejawat. Penelitian dilaksanakan di kelas IIIA,IIIB semester genap tahun
pelajaran 2006/2007. penelitian dilaksanakan dilaksanakan sejak bulan januari
2007 sampai dengan juni 2007.
pelaksanaan mulai tahap persiapan (penyusunan silabus) persiapan alat
observasi, angket dan penyempurnaannya sampai pada tahap pelaksanan program
kebersihan toilet siswa. Terakhir tahap pelaporan penelitian tindakan kelas. Pada tahap
pelaksanaan kebesihan toilet siswa melalui
materi pokok yang menjadi obyek penelitian adalah optimalisasi
pelaksanaan piket siswa membersihkan toilet sekolah.
Gambaran
Umum Prosedur Penelitian
Penelitian tindakan ini dibagi menjadi tiga siklus tindakan. Setiap siklus
dilakukan observasi. Wawancara dilakukan oleh guru mitra. Selain itu juga akan
diadakan repleksi oleh pengamat yang terdiri tiga orang guru. Untuk membicarakan hal-hal tepat.
Dan kekurangan setiap siklus diperbaiki pada siklus berikutnya.
Faktor-faktor
yang diteliti
Ada tiga faktor yang diteliti
untuk menjawab hal yang telah dirumuskan:
3.3.1 Aktivitas
Siswa
1) Aktivitas
kehadiran siswa dalam piket membearsihkan toilet.
2) Aktivitas
siswa dalam mengerjakan tugas piket membersihkan toilet.
3) Aktivitas
siswa selama mengikuti proses kinerja membersihkan toilet.
3.3.2 Aktivitas Guru
1) Aktivitas kehadiran guru melaksanakan pembinaan piket membersihkan toilet.
2) Aktivitas guru dalam mengerjakan tugas
membimbing piket membersihkan toilet.
3) Aktivitas guru selama mengikuti proses kenerja
selama membersihkan toilet.
Rincian Prosedur Penelitian
Tahap
Perencanaan
Secara rinci pelaksanaan penelitian tindakan
meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
1) Menentukan kelas penelitian dan menetapkan
siklus tindakan yaitu tiga siklus.
2) Melaksanakan rapat dengan wali kelas,
guru piket, guru pendidikan jasmani dan
kesehatan, pembina Usaha Kesehatan Sekolah, dan pembina Sekolah Berwawasan
Lingkungan. Bersama peneliti membagi kelompok berikut tugasnya.
3) Kelas
IIIA dibagi menjadi 5 kelompok masing-masing delapan orang. Kelas IIIB dibagi menjadi 5 kelompok
masing-masing delapan orang.
4) Menyusun
program kerja piket membersihkan Toilet.
5) Menetapkan
cara pengamatan terhadap pelaskanaan kegiatan piket memberdihkan toilet.
6) Menyusun
alat observasi baik untuk siswa maupun guru
7)
Menetapkan jenis data yang dikumpulkan yang sesuai dengan responden terhadap tindakan yang dilakukan baik data
kualitatif maupun kuantitatif.
8) Menetapkan
cara refleksi yang dilakukan oleh semua tim peneliti yang terdiri dari
tiga guru.
3.4.2 Tahap Pelaksanaan
Siklus Pertama
1) Melaksanakan tugas membersihkan toilet
sesuai dengan pembagian tugas yang telah disepakati.
2) Wali kelas, guru piket, pendidikan jasmani dan kesehatan, pembina
Usaha Kesehatan Sekolah, dan pembina Sekolah Berwawasan Lingkungan.Membina
pelaksanaan piket membersihkan toilet
3) Mencatat aktivitas siswa ketika
melaksanakan tugas membersihkan toilet
4) Memberi kesempatan mencatat hal-hal yang
dianggap penting
5) Evaluasi terhadap jalannya proses
aktivitas membersihkan toilet
6) Repleksi.
Siklus
Kedua
1) Melaksanakan tugas membersihkan toilet
sesuai dengan pembagian tugas yang telah
disepakati dengan penyempurnaan hasil repleksi.
2) Wali kelas, guru piket, pendidikan jasmani dan kesehatan, pembina
Usaha Kesehatan Sekolah, dan pembina
Sekolah Berwawasan Lingkungan.Membina pelaksanaan piket membersihkan toilet
3) Mencatat aktivitas siswa ketika melaksanakan tugas membersihkan
toilet
4) Memberi
kesempatan mencatat hal-halyang dianggap penting
5) Evaluasi terhadap jalannya proses aktivitas membersihkan toilet
6) Repleksi.
Siklus III
Urutan pelaksanaan sama dengan siklus II
1) Tahap Obsearvasi dari penilai
Tahap ini dilaksanakan dengan pelaksanaan tindakan
dalam proses piket membersihkan toilet
2) Analisis dan Repleksi
3) Data hasil observasi, analisis dan hasilnya
merupakan bahan repleksi.
4) Data dan cara pengambilan diperoleh
dari data kuantitatif dan kualitatif hasil angket dan observasi.
Indikator
kenerja
3.5.1 Aktivitas
Siswa
1). Aktivitas kehadiran siswa dalam piket membersihkan
Toilet.
2) Aktivitas siswa dalam
mengerjakan tugas piket membersihkan Toilet.
3) Aktivitas siswa selama mengikuti proses kinerja
membersihkan Toilet.
3.5.2
Aktivitas Guru
1) Aktivitas kehadiran guru
dalam melaksanakan pembinaan piket membersihkan Toilet.
2) Aktivitas guru dalam
mengerjakan tugas membimbing piket membersihkan
Toilet.
3) Aktivitas guru selama mengikuti proses
kenerja selama membersihkan Toilet.
Target yang ingin dicapai dapat dilihat dalam
tabel berikut:
Tabel : 1 Keberhasilan Aktivitas siswa mengerjakan
piket membersihkan toilet
|
NO
|
ASPEK
|
AWAL
|
Org
|
AKHIR
|
Org
|
KET
|
|
1
|
1. Aktivitas kehadiran siswa dalam piket membearsihkan TOILET
2. Aktivitas siswa mengerjakan tugas
piket membersihkan TOILET
3. Keseriusan siswa selama mengikuti proses kinerja
membersihkan TOILET
|
K 1
K2
K3
K4
K5
K1
K2
K3
K4
K5
K1
K2
K3
K4
K5
|
10
7
7
10
6
7
7
8
7
8
8
10
7
7
8
|
K 1
K2
K3
K4
K5
K1
K2
K3
K4
K5
K1
K2
K3
K4
K5
|
14
13
15
14
13
14
15
15
14
13
14
15
14
14
13
|
|
Tabel: 2 Keberhasilan Optimalisasi pemberdayaan piket siswa membersihkan
toilet
|
NO
|
ASPEK
|
AWAL
|
AKHIR
|
KET
|
||
|
Ya
|
Tidak
|
Ya
|
Tidak
|
|
||
|
1
|
1. Aktivitas kehadiran guru dalam
melaksanakan pembinaan piket membersihkan
TOILET
2. Aktivitas guru dalam mengerjakan
tugas membimbing piket membersihkan
TOILET
3
Aktivitas guru selama mengikuti proses kenerja selama membersihkan
TOILET.
|
70
70
65
|
30
30
35
|
80
85
80
|
20
15
20
|
|
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Gambaran
Setting Penelitian
Penelitian tindakan kelas siswa kelas IIIA, IIIB
SMP Negeri 10 Bandar Lampung dengan jumlah 80 orang. Toilet Siswa jumlah 12 unit hanya 16,66% Toilet yang bersih. Penelitian dengan jumlah siswa
dua kelas = 80 orang. Dibagi
masing-masing-masing kelompok 8 orang. Jadi
ada 10 kelompok. Penelitian dimulai
bulan Januari sampai dengan Juni 2007. Jadual penelitiannya terlampir pada
lampiran : 1
Sepuluh kelompok bekerja setiap hari Senen,
Selasa, Rabu,Kamis,Jumat dan Sabtu. Bekerjanya pagi hari pukul 10.00 s/10.15 dan siang pukul 12.10-12.25.
Penelitian Tindakan kelas yang mengambil setting
di SMP Negeri10 Bandar Lampung ini pelaksanaannya mengikuti alur sebagai
berikut:
1. Perencanaan, meliputi penetapan penelitian yang
akan dilaksanakan.
2. Tindakan, meliputi seluruh proses kegiatan
layanan optimalisasi pembagian kelompok untuk piket membersihkan toilet.
3. Observasi, dilaksanakn bersamaan dengan proses
pembelajaran meliputi aspek aktivitas kelompok siswa mengikuti kegiatan piket
membersihkan toilet. Selanjutnya juga aktivitas guru dalam melaksanakan
bimbingan kelompok melaksanakan optimalisasi membersihkan toilet.
4. Repleksi, meliputi kegiatan analisis hasil
pembelajaran dan sekaligus menyusun rencana perbaikan pada siklus berikutnya.
Pelaksanaan penelitian dilakukan secara kolaborasi
dengan guru pendidikan jasmani kesehatan, piket, wali kelas, dan Usaha
Kesehatan Sekolah. Pelaksanaan observasi dan repleksi selama penelitian
berlangsung secara tidak langsung kegiatan penelitian bisa dikontrol sekaligus
menjaga kualitas hasil penelitian.Adapun jadual penelitiannya pada tabel
berikut:
Tabel: 3 Jadual Pelaksanaan Penelitian
|
NO
|
Pelaksanaan
Kegiatan
|
Semester Genap
Tahun Pelajaran 2006/2007
|
|||||
|
Januar
|
Febru
|
Maret
|
April
|
Mei
|
Juni
|
||
|
1
|
Persiapan
sosialisasi Program membersihkan TOILET
|
V
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Penyusunan
Program Kerja
|
|
V
|
|
|
|
|
|
3
|
Penyusunan alat
Observasi
|
|
V
|
|
|
|
|
|
4
|
Siklus I
|
|
|
V
|
|
|
|
|
5
|
Siklus II
|
|
|
|
V
|
|
|
|
6
|
Siklus III
|
|
|
|
|
V
|
|
|
7
|
Analisa Data
Repleksi
|
|
|
V
|
V
|
V
|
|
|
8
|
Penyusuan
laporan
|
|
|
|
|
V
|
|
|
9
|
Pelaporan Akhir
|
|
|
|
|
|
V
|
4.2 Penjelasan Per Siklus
1) Tahap Pelaksanaan (Implementasi Tindakan)
Pelaksaan tindakan akan dilakukan
untuk tiga siklus sesuai dengan yang ditetapkan.
Siklus
Pertama: Pada siklus ini berlangsung satu bulan empat minggu berlangsung
pelaksanaan kelompok melaksanakan piket membersihkan toilet.Pada Minggu pertama
guru menjelaskan bagaimana cara membersihkan toilet. Siswa memperhatikan
pelaksanaan kerja kelompok yang sudah dibagi dan diberi tugas masing-masing.
Pada pelaksanan piket ini diawasi oleh guru sekaligus untuk membimbing pelaksanaan
tugas membersihkan toilet.Selanjutnya, Tugas
kelompok meliputi ; 1) Membersihkan
lingkungan kelas masing-masing; 2)
Membersihkan di bagian luar toilet; 3)
mengguyur air 4) Menyikat lubang TOILET; 5) Menyikat lantai Toilet. Repleksi :
Guru pembimbing perlu menginformasikan kepada siswa. Siswa dilarang membuang air kecil di pinggir tembok
ruang toilet. Selain itu jika selesai buang air kecil maupun besar agar lubangnya
disiram dengan menggunakan air hingga bersih.
Kolaborator selain menilai juga
harus merepleksi pelaksanaan kelompok piket
bersangkutan.
Siklus Kedua: Tugas kelompok untuk melaksanakan piket
membersihkan toilet masih berjalan sebagaimana dilaksanakan pada siklus I.
Pelaksanaan disempurnakan berdasarkan repleksi siklus I yaitu menyempurnakan
pengawasan ketika melaksanakan tugas piket membersihkan toilet. Tugas kelompok
meliputi ; 1) Membersihkan lingkungan
kelas masing-masing; 2)
Membersihkan di bagian luar toilet; 3)
mengguyur air 4) Menyikat lubang TOILET; 5) Menyikat lantai Toilet. Guru
memberikan pengarahan berdasarkan repleksi I yaitu: meningkatkan kualitas
pengawasan dan penyempurnaan model kerja. Selanjutnya repleksi yang dilakukan
yaitu: Siswa harus bertambah giat dalam membersihkan toilet yang menjadi bebas
tugasnya. Guru lebih
konsisten dengan tugasnya yaitu membimbing siswa cinta lingkungan terutama kebersihan
toilet.
Siklus Ketiga: Tugas kelompok untuk melaksanakan piket
membersihkan toilet masih berjalan sebagaimana yang dilakukan pada siklus
kedua. Dengan pembagian tugas sebagai berikut: Tugas kelompok meliputi ;
1) Membersihkan lingkungan kelas masing-masing; 2) Membersihkan di bagian luar toilet; 3) mengguyur air 4)
Menyikat lubang Toilet 5) Menyikat lantai Toilet. Guru memberikan pengarahan sesuai
dengan perbaikan berdasarkan repleksi
II. Selanjutnya berdasarkan hasil
repleksi dua dilakukan perbaikan peningkatan kualitas pengawasan dan
penyempurnaan model kerja.
Hasil
Penelitian
Dalam penelitian ini telah dilakukan pengembangan beberapa aspek misalnya
siswa diharapkan bertambah giat untuk melaksanakan tugas piket membersihkan
toilet dan guru
menyempurnakan model kerja. Adapun tugas pokok siswa Kelas IIIA,B dalam
kelompok I, II, III,IV,dan V sebagai berikut: 1) Membersihkan lingkungan kelas masing-masing; 2) Membersihkan di bagian luar toilet; 3) mengguyur air 4)
Menyikat lubang Toilet 5) Menyikat lantai Toilet. Tugas itu dari masing-masing
siklus sudah diperbaiki berdasarkan hasil repleksi 1,2,dan 3. Berdasarkan
penilaian dari tim kolaborator dari siklus ke siklus dapat dilihat pada tabel
berikut ini. .
Tabel : 4 Hasil Aktivitas siswa melaksanakan tugas piket membersihkan
toilet
|
NO
|
Kelompok
|
Tugas
|
Yang hadir
|
keterangan
|
|||
|
awal
|
SIKLUSI
|
SIKLUS
II
|
SIKLUS
III
|
||||
|
1
|
1
2
3
4
5
|
1. Aktivitas kehadiran siswa dalam piket membearsihkan TOILET
|
10
7
7
10
6
|
12
10
10
11
10
|
14
14
15
15
14
|
16
16
15
16
15
|
|
|
2
|
1
2
3
4
5
|
2. Aktivitas siswa mengerjakan tugas
piket membersihkan TOILET
|
7
7
8
10
6
|
12
10
10
11
10
|
14
14
15
15
14
|
16
16
16
16
15
|
|
|
3
|
1
2
3
4
5
|
3. Keseriusan siswa selama mengikuti proses kinerja
membersihkan TOILET
|
8
10
7
7
8
|
12
12
11
11
10
|
14
14
14
15
15
|
16
16
15
16
16
|
|
Untuk jelasnya hasil penilaian aktivitas seswa dalam kelompok untuk
mengerjakan tugas piket dari siklus ke siklus dapat dilihat pada grafik berikut
ini.
Grafik I



Tabel : 5 Hasil Aktivitas Guru melaksanakan Optimalisasi Pembagian kelompok
Piket membersihkan toilet
|
NO
|
KELOMPOK
|
TUGAS
|
Yang hadir
|
Pelaksanaan
|
Ket
|
||
|
Awal
|
Siklus
I
|
Siklus
II
|
Siklus
III
|
||||
|
1
2
3
4
5
|
1
2
3
4
5
|
1. Aktivitas kehadiran
guru dalam melaksanakan pembinaan piket membersihkan TOILET
|
70
|
75
|
80
|
90
|
|
|
1
2
3
4
5
|
1
2
3
4
5
|
2. Aktivitas guru dalam
mengerjakan tugas membimbing piket membersihkan TOILET
|
70
|
75
|
80
|
95
|
|
|
1
2
3
4
5
|
1
2
3
4
5
|
3 Aktivitas guru selama
mengikuti proses kenerja selama membersihkan TOILET.
|
65
|
70
|
80
|
90
|
|
Selanjutnya untuk melihat hasil Aktivitas Guru melaksanakan Optimalisasi
Pembagian kelompok Piket membersihkan toilet dari siklus ke siklus dapat
dilihat pada grafik berikut ini

4.3 Pembahasan
Penilaian Hasil Aktivitas siswa melaksanakan tugas piket membersihkan
toilet
Siklus I berlangsung
selama 4 minggu = 24 x 2 = 48 kali
pekerjaan. Mulai tanggal 6 Maret sampai dengan tanggal 31 Maret 2007. Penilaian tanggal 27 Maret
sampai dengan 1 April. Siklus II
berlangsung selama 4 minggu = 24 x2 =48 kali pekerjaan. Mulai tanggal 3April
2007sampai dengan 29 April. Penilaian dilakukan tangal 24 April sampai dengan
29 April 2007. Siklus III berlangsung
selama 4 minggu = 24 x 2 = 48 kali pekerjaan. Mulai tanggal 1Mei 2007 sampai
dengan 27 Mei 2007. Penilaian dilakukan tanggal 22 Mei sampai dengan 27 Mei 2007.
Berdasarkan pengamatan kolaborator yang ditunjuk yaitu
guru pendidikan jasmani siswa semula malas untuk membersihkan toilet dengan
dibuktikan oleh kehadirannya di toilet. Hal ini dapat dilihat pada uraian
sebagai bearaikut:
1. Aktivitas
kelompok kehadiran siswa dalam piket membersihkan toilet :kelompok 1 awal 10 orang menjadi 12 orang pada siklus I.
Selanjutnnya meningkat menjadi 14 orang pada siklus II, dan menjadi 16 orang
pada siklus III.Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 1 setiap siklus mengalami peningkatan yang
sangat baik. Kelompok 2 awal 7 orang menjadi 10 orang pada siklus I.
Selanjutnnya meningkat menjadi 14 orang pada siklus II, dan menjadi 16 orang
pada siklus III.Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 2 setiap siklus mengalami peningkatan yang
sangat baik. Kelompok 3 awal 7 orang menjadi 10 orang pada siklus I. Selanjutnnya
meningkat menjadi 15 orang pada siklus II, dan menjadi 15 orang pada siklus
III.Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 3 setiap siklus mengalami peningkatan
yang sangat baik. Kelompok 4 awal 10
orang menjadi 11 orang pada siklus I. Selanjutnnya meningkat menjadi 15 orang
pada siklus II, dan menjadi 16 orang pada siklus III.Kesimpulan kehadiran siswa
kelompok 4 setiap siklus mengalami
peningkatan yang sangat baik. Kelompok 5 awal 6 orang menjadi 10 orang pada
siklus I. Selanjutnnya meningkat menjadi 14 orang pada siklus II, dan menjadi 15
orang pada siklus III. Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 5 setiap siklus mengalami peningkatan yang
sangat baik.
2
Aktivitaas Siswa mengerjakan tugas piket
membersikan toilet:
Kelompok 1 awal 7 orang menjadi 12 orang pada siklus I. Selanjutnnya
meningkat menjadi 14 orang pada siklus II, dan menjadi 16 orang pada siklus
III.Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 1
setiap siklus mengalami peningkatan yang sangat baik.
Kelompok 2 awal 7 orang menjadi 10 orang pada siklus I. Selanjutnnya
meningkat menjadi 14 orang pada siklus II, dan menjadi 16 orang pada siklus
III.Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 2
setiap siklus mengalami peningkatan yang sangat baik.
Kelompok 3 : awal 8 orang menjadi 10 orang pada siklus I. Selanjutnnya
meningkat menjadi 15 orang pada siklus II, dan menjadi 16 orang pada siklus
III.Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 3 setiap siklus mengalami peningkatan
yang sangat baik.
Kelompok 4 awal 10 orang menjadi 11 orang pada siklus I. Selanjutnnya
meningkat menjadi 15 orang pada siklus II, dan menjadi 16 orang pada siklus
III.Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 4 setiap siklus mengalami peningkatan
yang sangat baik.
Kelompok 5 awal 6 orang menjadi 10 orang pada siklus I. Selanjutnnya
meningkat menjadi 14 orang pada siklus II, dan menjadi 15 orang pada siklus
III. Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 5 setiap siklus mengalami peningkatan
yang sangat baik.
3. Keseriusan Siswa selama
mengikuti proses kinerja membersihkan toilet:
:kelompok 1 awal 8 orang menjadi 12 orang
pada siklus I. Selanjutnnya meningkat menjadi 14 orang pada siklus II, dan
menjadi 16 orang pada siklus III.Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 1 setiap siklus mengalami peningkatan yang
sangat baik.
Kelompok 2 awal 10 orang menjadi 12 orang pada siklus I. Selanjutnnya
meningkat menjadi 14 orang pada siklus II, dan menjadi 16 orang pada siklus
III.Kesimpulan kehadiran siswa kelompok 2
setiap siklus mengalami peningkatan yang sangat baik.Kelompok 3 : awal
7 orang menjadi 11 orang pada siklus I. Selanjutnnya meningkat menjadi 14 orang
pada siklus II, dan menjadi 15 orang pada siklus III.Kesimpulan kehadiran siswa
kelompok III setiap siklus mengalami peningkatan yang sangat baik.Kelompok 4 awal
7 orang menjadi 11 orang pada siklus I. Selanjutnnya meningkat menjadi 14 orang
pada siklus II, dan menjadi 16 orang pada siklus III.Kesimpulan kehadiran siswa
kelompok 4 setiap siklus mengalami peningkatan yang sangat baik. Kelompok 5 awal
8 orang menjadi 10 orang pada siklus I. Selanjutnnya meningkat menjadi 15 orang
pada siklus II, dan menjadi 16 orang pada siklus III.Kesimpulan kehadiran siswa
kelompok 5 setiap siklus mengalami peningkatan yang sangat baik.
Selanjutnya pembahasan menagenai hasil
aktivitas guru melaksanakan Optimalisasi Pembagian kelompok Piket membersihkan
toilet
Hasil Aktivitas Guru melaksanakan Optimalisasi Pembagian kelompok Piket
membersihkan toilet
Siklus I berlangsung selama 4 minggu = 24
x 2 = 48 kali pekerjaan. Mulai tanggal 6 Maret sampai dengan
tanggal 31 Maret 2007. Penilaian tanggal
27 Maret sampai dengan 1 April.2007. Siklus
II berlangsung selama 4 minggu = 24 x2 =48 kali pekerjaan. Mulai tanggal 3April
2007sampai dengan 29 April. Penilaian dilakukan tangal 24 April sampai dengan
29 April 2007. Siklus III berlangsung
selama 4 minggu = 24 x 2 = 48 kali pekerjaan. Mulai tanggal 1Mei 2007 sampai
dengan 27 Mei 2007. Penilaian dilakukan tanggal 22 Mei sampai dengan 27 Mei
2007.
Hasil Aktivitas Guru melaksanakan
Optimalisasi Pembagian kelompok Piket membersihkan toilet sebagai berikut:
Berdasarkan penilaian siswa kelompok 1,2,3,4, dan 5 terhadap aktifitas
kehadiran guru dalam melakanakan pembinaan melaksanakan piket membersihkan
toilet.
Siklus I awal
aktivitas 70 meningkat menjadi 75 pada siklus I, Selanjutnya menjadi 80 pada siklus
II, dan 90 pada siklus III. Kesimpulan Aktivitas kehadiran guru dalam
melaksanakan pembinaan melaksanakan piket membersihkan toilet baik sekali
Selanjutnya penilaian siswa kelompok 1,2,3,4, dan 5 terhadap aktifitas
guru dalam mengerjakan tugas membimbing
piket membersihkan toilet
Siklus I awal aktivitas 70 meningkat menjadi 75
pada siklus I, Selanjutnya menjadi 80 pada siklus II, dan 95 pada siklus III.
Kesimpulan Aktivitas Guru aktifitas guru dalam mengerjakan tugas membimbing piket membersihkan toilet baik
sekali.
Penilaian siswa
kelompok 1,2,3,4, dan 5 terhadap Aktivitas guru selama mengikuti proses
kenerja selama membersihkan TOILET.
Siklus I awal aktivitas 65 meningkat menjadi 70
pada siklus I, Selanjutnya menjadi 80 pada siklus II, dan 90 pada siklus III. Kesimpulan Aktivitas guru selama mengikuti
proses kenerja selama membersihkan TOILET. meningkat baik sekali.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan dan pembahaan dapat disimpulkan
sebagai berikut:
” Upaya memberdayakan siswa melalui optimalisasi
pembagian tugas kelompok siswa kelas IIIA,B dapat meningkatkan:
5.1.1
Aktivitas siswa melaksanakan tugas piket membersihkan toilet
1) Aktivitas kelompok
kehadiran siswa dalam piket membersihkan toilet meningkat dari siklus ke
seiklus.
3) Aktivitaas Siswa mengerjakan tugas piket
membersikan toilet meningkat dari siklus ke siklus.
4) Keseriusan Siswa selama mengikuti proses
kinerja membersihkan toilet meningkat
dari siklus ke siklus.
5.1.2
Aktivitas
Guru melaksanakan Optimalisasi Pembagian kelompok Piket membersihkan toilet
1) Aktivitas kehadiran guru dalam
melaksanakan pembinaan melaksanakan piket membersihkan toilet baik sekali
2) Aktivitas Guru aktifitas guru dalam
mengerjakan tugas membimbing piket
membersihkan toilet baik sekali.
3) Aktivitas guru selama mengikuti proses
kenerja selama membersihkan TOILET. meningkat baik sekali.
5.2 Saran
Berdasaran pembahasan dan beberapa pendapat dan
saran beberapa sisiwa selama proses penelitian tindakan, maka Upaya memberdayakan
siswa melalui optimalisasi pembagian tugas kelompok siswa kelas IIIA,B memiliki
kelebihan dan kelemahan. Oleh sebab itu, bila pelaksanaan pembagian tugas
kelompok dilanjutkan dan dkembangakan maka perlu adanya perbaikan dan revisi
beberapa kelemahan tersebut, antara lain:
5.2.1
Pada
proses pelakasanaan pekerjaan hendaknya guru memantau, melatih dan membimbing
dan sekaligus dapat memberi contoh bagaimana membersihkan toilet.
5.2.2
Pada kegiatan aktivitas siswa dalam kelompok ,guru perlu memperbaikan wawasan melalui contoh konkret dengan
menggunakan alat kebersihan yang
tersedia.
5.2.3
Pemantauan dilaksanakan setiap hari dengan ucapan yang menyenangkan misalnya baik sekali hasil kerja kelompokmu!.
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Departemen Pendidikan Nasional. 2000. Naskah
Keterkaitan 11 Mata Pelajaran Di SLTP
Dengan IMTAQ, Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan, Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Dan
Menengah Bagian Proyek Peningkatan Wawasan Keagamaan Guru Jakarta.
Lingkungan Hidup. 1999. Untuk Sekolah Menengah
Kejuruan, Buku Siswa, Indah Offset, Malang.
Mohamad Surya. 2004. Psikologi Pembelajaran & Pengajaran, Pustaka
Bani Quraisy, Bandung.
Suharsimi Arikunto, Suhardjono, Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas, Bumi Aksara,
Jakarta.
Lampiran : 1 Jadual Pelaksanaan Penelitian
|
NO
|
Pelaksanaan
Kegiatan
|
Semester Genap Tahun Pelajaran 2006/2007
|
|||||
|
Januar
|
Febru
|
Maret
|
April
|
Mei
|
Juni
|
||
|
1
|
Persiapan
sosialisa Program membersihkan TOILET
|
V
|
|
|
|
|
|
|
2
|
Penyusunan
Program Kerja
|
|
V
|
|
|
|
|
|
3
|
Penyusunan alat
Observasi
|
|
V
|
|
|
|
|
|
4
|
Siklus I
|
|
|
V
|
|
|
|
|
5
|
Siklus II
|
|
|
|
V
|
|
|
|
6
|
Siklus III
|
|
|
|
|
V
|
|
|
7
|
Analisa Data
Repleksi
|
|
|
V
|
V
|
V
|
|
|
8
|
Penyusuan
laporan
|
|
|
|
|
V
|
|
|
9
|
Pelaporan Akhir
|
|
|
|
|
|
V
|
Lampiran 2: Pembagian
kelompkmberikut tugasnya
|
NO
|
KEL
|
TUGAS
|
HARI
|
|||||
|
Senin
|
Selasa
|
Rabu
|
Kams
|
Jum’at
|
Sabtuu
|
|||
|
1
|
I/IIIA
|
Di kelas masing-masing
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
|
2
|
II
|
Di bagian luar
WC
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
|
3
|
III
|
Mengguyur Air
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
|
4
|
IV
|
Menyikat lubang
WC
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
|
5
|
V
|
Menyikat lantai
WC
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
|
6
|
I/IIIB
|
Di Kelas
masing-masing
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
|
7
|
II
|
Di bagian luar
WC
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
|
8
|
III
|
Mengguyur air
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
|
9
|
IV
|
Menyikat lubang
WC
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
|
10
|
V
|
Menyikat lantai
WC
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
V
|
Setiap kelas ada 5
kelompok . Satu kelompok 8
orang.Pembagian tugas piket Toilet
Kelompok I: Di
Kelas masing-masing.
Kelompok II: Di
bagian luar Toilet , mengguyur air, menyikat lubang toilet, menyikat lantai toilet,
Kelompok III Di
bagian luar Toilet, mengguyur air, menyikat lubang toilet, menyikat lantai toilet,
Kelompok IV Di
bagian luar Toilet, mengguyur air, menyikat lubang toilet, menyikat lantai toilet,
Kelompok V Di
bagian luar toilet, mengguyur air, menyikat lubang toilet, menyikat lantai toilet,
Lampiran: 3
Lembar Observasi
- Aktivitas kelompok kehadiran siswa dalam piket membersihkan toilet :
Kegiatan awal
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
Kegiatan siklus I
Siklus I
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
Siklus II
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
Siklus III
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
- Aktivitaas Siswa mengerjakan tugas piket membersikan toilet:
Kegiatan awal
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
Kegiatan Siklus I
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
Kegiatan Siklus II
kelompok 1
= orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
Kegiatan Siklus III
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
- Keseriusan Siswa selama mengikuti proses kinerja membersihkan toilet:
Kegiatan awal
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
Kegiatan Siklus I
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
Kegiatan Siklus II
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
Kegiatan Siklus III
kelompok 1 = orang. Kelompok 2 = orang. Kelompok 3 =
orang
kelompok 4
= orang. Kelompok 5 = orang
Lembar Observasi Aktivitas Guru melaksanakan Optimalisasi Pembagian
kelompok Piket membersihkan toilet
Nama Guru :......................................................................................
Tanggal :......................................................................................
Waktu :......................................................................................
Materi :......................................................................................
Petunjuk:
Berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh guru selama proses kegiatan
pemberdayaan siswa melaksanakan Optimalisasi Pembagian kelompok piket
membersihkan toilet. Berilah tanda cek(V) pada kolom yang sesuai menurut
penilaian saudara. 1 Jika nilai 1-25=
kurang sekali, 2 jika 26-50= kurang, 3. jika 51-75= baik, 4. jika 76 - 100= baik Sekali.
|
NO
|
ASPEK YANG DIAMATI
|
DILAKSANAKAN
|
PENILAIAN
|
||||
|
Ya
|
Tidk
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1.
2.
3.
|
Aktifitas kehadiran guru dalam melakanakan pembinaan melaksanakan piket
membersihkan toilet.
Aktivitas Guru dalam mengerjakan tugas
membimbing piket membersihkan toilet baik sekali.
Aktivitas guru selama mengikuti proses kenerja selama membersihkan
TOILET.
|
|
|
|
|
|
|
Bandar Lampung,............................2007
Observer
................................
Catatan Penilai
.................................................................................................................................................
PENELITIAN TINDAKAN
MEMBERDAYAKAN SISWA MELALUI
OPTIMALISASI PEMBAGIAN
TUGAS KELOMPOK SISWA
MEMBERSIHKAN TOILET KELAS IIIA,B
SEMESTER GENAP TAHUN
PELAJARAN 2006/2007
Laporan Penelitian Tindakan
disusun guna memenuhi persyaratan untuk mengikuti lomba Kepala Sekolah
Berprestasi
Disusun Oleh
OLEH Drs. SUNANTO, M.Pd
Dinas Pendidikan Dan
Perpustakaan Kota Bandar Lampung
SMP Negeri 10 Bandar Lampung
Tahun Pelajaran 2006/2007
Pemberian Pengarahan
Mengenai Kebersihan WC Sekolah


Kondisi Halaman WC Sekolah
Sebelum Dibersihkan


Kondisi WC Sekolah Sebelum Dibersihkan


Pemberian Pengarahan Kepada
Siswa Sebelum Bekerja
Informasi Kebersihan halaman Toilet
MEMBERIKAN BIMBINGAN
BAGAIMANA MENJAGA
KEBERSIHAN TOILET PRA PENELITIAN


Memberdayakan Siswa
Bekerja Membersihkan
Halaman Toilet Sekolah
Siklus I

Ada kelompok membersihkan halaman toilet
Dan kelompok akan membersihkan toilet Siklus I

Siswa Piket Sedang Membersihkan WC Sekolah
KELOMPOK SISWA MEMBERSIHKAN TOILET
SISWA MENYIKAT LANTAI TOILET
Siklus II

Kelompok siswa membersihkan bak kamar mandi
Menyikat lantai toilet
Siklus II

Siswa Piket Sedang Membersihkan WC Sekolah
Kelompok siswa membersihkan toilet paa siklus II

Kelompok siswa
memebrsihkan lubang Toilet
Siklus III

Siswa Piket Sedang Membersihkan WC Sekolah
Kelompok siswa memebrsihkan lantai teras toilet
Siklus III

Kelompok siswa diamati guru ketika membersihkan
lantai toilet
Siklus III

|
|
|
|
|||||||||||||||||||||||||
|
|
|
|
|||||||||||||||||||||||||
|
DAFTAR ISI
.
|
|
||||||||||||||||||||||||||
|
DAFTAR TABEL
|
||||||
|
DAFTAR GRAFIK
|
Gambar
|
|
Halaman
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Aktivitas kehadiran siswa dalam piket membersihkan Toilet
Aktivitas siswa mengerjakan tugas piket membersihkan Toilet
Keseriusan siswa selama mengikuti proses kinerja membersihkan Toilet
Hasil Aktivitas Guru melaksanakan optimalisasi pembagian kelompok piket
membersihkan Toilet
|
23
24
24
25
|
DAFTAR LAMPIRAN
|
Lampiran
|
|
Halaman
|
|
1.
2.
3.
4.
|
Jadual Pelaksanaan Penelitian..........................................
Pembagian Kelompok berikut tugasnya...........................
Lembar
Observasi............................................................
Lembar Observasi Aktivitasa Guru ................................
|
33
33
35
37
|
DAFTAR GAMBAR
|
Gambar
|
|
Halaman
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
Pemberian pengarahan mengenai kebersihan Toilet............
Kondisi Toilet sebelum dibersihkan.....................................
Informasi kebersihan Toilet, pra penelitian..........................
Kondisi Halaman Toilet sebelum dibersihkan.....................
Memberdayakan siswa bekerja membersihkan halaman Toilet Sekolah (Siklus
I).....................................................
Kelompok memebersihkan halaman Toilet (siklus I)
Siswa Piket Sedang membersihkan WC/Toilet Siswa Menyikat Lantai Toilet (
Siklus II ) ..................................
Siswa piket sedang membersihkan lubang Toilet Sekolah
( siklus III)..........................................................................
Kelompok Siswa membersihkan lantai teras Toilet( siklus
III
)......................................................................................
Kelompok siswa diamati guru ketika membersihkan lantai Toilet (Siklus
III).................................................................
|
38
39
39
40
41
41
44
44
45
46
46
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar